Monday, April 15, 2013

surat An Nahl :78 (potensi edukatif manusia)


Dalam surat An-Nahal : 78
“ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”
 Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan kegaiban dan keajaiban yang amat dekat pada manusia. Maanusia mengetahui fase-fase pertumbuhan janin tetapi mereka tidak mengetahui bagaimana jalannya proses perkembangan janin yang terjadi dalam Rahim itu sehingga mencapai kesempurnaan. Sewaktu masih dalam Rahim, Allah SWT menganugerahkan kesediaan-kesediaan (bakat) dan kemampuan pada diri manusia., seperti bakat berfikir, berbahagia, mengindra, dan lain sebagainya.Setelah manusia itu lahir, dengan hidayah Allah segala bakat-bakat itu berkemabang. Akalnya dapat memikirkan tentang kebaikan, kejahatan, kebenaran, dan kesalahan, hak dan batil. Ayat ini menurut tafsir Al Maraghi mengandung penjelasan bahwa setelah Allah melahirkan kamu dari perut ibumu, maka Dia menjadikan kamu dapat mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak kamu ketahui. Dia telah memberikan kepadamu beberapa macam anugerah yaitu ; akal, pendengaran, penglihatan, dan perangkat hiduup yang lain.Pendapat Imam Ghozali ; semua anugerah Allah yang disebutkan dalam surat An Nahl :78 pada hakekatnya hanya merupakan sebagian saja, karena secara global anugerah Allah itu dapat dipaparkan dalam 5 macam :1.     Hidayatul Gharizah : yakni anugerah insting, seperti halnya bayi menangis karena pantasnya.
2.    Hidayatul Hawasy : Artinya anugerah panca indera
3.    Hidayatul Aqli : yakni anugerah akal pikiran
4.    Hidayatul Din : artinya anugerah
5.    Hidayatul Irsyad wa Taufiqi : yakni anugerah pengarahan dan bimbingan.
 Manusia diciptakan sebgai makhluk paling mulia dan terbaik di antara makhluk ciptaan tuhan lainnya karena dibekali bebagai macam potensi yang tidak dimilki oleh makhluk lain. Namun terkadang, kita tidak sadar bahkan tahu sama sekali apa potensi yang ada pada diri kita sehingga terkadang kita hidup dengan kondisi seadanya, mudah menyerah dan tidak mempunyai impian besar kita menjalani rutinitas hidup apa adanya tanpa ada kekuatan untuk menjadikan hidup kita lebih baik.

Jika kita mau merenung, sebenarnya ketika kita diciptakan, tuhan pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan. Maka dari itulah Tuhan membekali manusia dengan segenap potensi yang ada dalam dirinya. Potensi itu meliputi : potensi jasmani (fisik) , rohani (spiritual), dan akal (mind). Ketiga potensi ini akan memberikan kemampuan kepada manusia untuk menentukan dan memilih jalani hidupnya sendiri. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan takdirnya. Semua itu tergantung dari bagaimana mereka memanfaatkan potensi yang melekat dalam dirinya.

Apapun adanya diri kita sekarang, selama kita masih mempunyai impian yang kuat, semangat membara, dan kebiasaan bertindak, dan ketekunan, kita pasti akan memperoleh apa yang kita inginkan.  

No comments:

Post a Comment

Post a Comment